0
comments
Labels:
Pertumbuhan ekonomi,
Subsidi
Home » Archives for 2005
Babak Baru Kesulitan Ekonomi
* Jawapos, 18 Nov 2005|Phone Nuryadin Tahun 2005 yang seharusnya menjadi tahun kebangkitan ekonomi nasional ternyata harus dilewati bangsa d...
Optimisme Tanpa Landasan
Posted by Anonymous | 7:44 PM
* Jawapos, 20 Aug 2005|Phone Nuryadin Siapapun harusnya tak punya nyali untuk optimis melihat perkembangan ekonomi selama 10 bulan terakhir....
0
comments
Labels:
Pertumbuhan ekonomi
Harus Jadi Pilihan Akhir
Posted by Anonymous | 5:02 PM
* | bersama Tim Indonesia Bangkit Akhir-akhir ini, menaikkan harga BBM seakan menjadi satu-satunya alternatif kebijakan yang pantas dilakuk...
0
comments
Labels:
Kebijakan,
Subsidi
Ketidakberdayaan
Posted by Anonymous | 8:32 PM
*Bisnis Indonesia, 11-12 Jul 2005 | Phone Nuryadin PEMERINTAH dan Pertamina nyaris saja membuat blunder dengan berencana melakukan pembatasa...
0
comments
Labels:
Pasar uang-modal
Pengangguran v Kebijakan Ekonomi
Posted by Anonymous | 5:16 PM
*Jawapos, 6 Jul 2005 | Phone Nuryadin BERITA buruk bidang ekonomi satu bulan terakhir susul menyusul antara kelangkaan BBM, kekurangan gizi,...
0
comments
Labels:
Kebijakan,
Pengangguran,
Pertumbuhan ekonomi
Optimisme di tengah kecemasan
Posted by Anonymous | 4:37 PM
Bisnis Indonesia, 3 Mei 05 | Phone Nuryadin PEMERINTAH manapun pasti ingin dikatakan berhasil mensejahterakan rakyatnya. Jika perlu, keluh k...
Bukan Pilihan Terakhir
Posted by Anonymous | 4:44 AM
*Jawapos, 21 Feb 05 | Phone Nuryadin BELUM habis kekecewaan masyarakat karena kinerja 100 hari pemerintahan SBY-Kalla belum memperlihatkan h...
0
comments
Labels:
Kebijakan,
Subsidi
Belajar Ekspor dari Negeri Cina
Posted by Anonymous | 6:25 AM
*| Phone Nuryadin MENGAGUMKAN! Itulah kata yang pantas diucapkan untuk mengomentari pengumuman angka pertumbuhan ekonomi China bulan lalu. M...
0
comments
Labels:
Ekspor
Skandal Paris Club
Posted by Anonymous | 5:59 AM
*Jawapos, 18 Jan 05 | Phone Nuryadin SETELAH melakukan negosiasi di forum Paris Club , delegasi Indonesia akhirnya kembali dengan membawa h...
0
comments
Labels:
Utang